The asset manager for a changing world
2021.03.04_Berita Terkini 2 1600x900
  • Home
  • BNP Paribas Asset Management : Prospek Pasar Saham Cina di Tahun Kerbau — Bullish

BNP Paribas Asset Management : Prospek Pasar Saham Cina di Tahun Kerbau — Bullish

Press releases

BNP Paribas Asset Management
 

.

  • Pemulihan ekonomi Cina terus berlanjut: perkiraan pertumbuhan PDB 2021 [1] sebesar 8,1%, setelah sebelumnya naik 2,3% di tahun 2020 [2]
  • BNP Paribas Asset Management (BNPP AM) percaya bahwa peranan ekonomi Cina di dunia dan inovasinya masih understated: pendorong pertumbuhan jangka panjang diperkirakan dari inovasi teknologi dan keuangan serta konsolidasi industri
  • Prospek positif untuk Reksa Dana Syariah BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD (BNP Paribas GCES): fokus pada peluang investasi jangka panjang

Pertumbuhan ekonomi Cina diperkirakan akan terakselerasi pada tahun 2021, ditopang oleh pertumbuhan tiga pilar utama yaitu Teknologi, Keberlanjutan dan ‘ Dual Circulation‘, sebagaimana dicanangkan dalam Rencana Lima Tahun Cina yang ke-14. Perjalanan pemulihan ekonomi Cina secara singkat dapat diringkas dengan istilah ‘first in, first out‘; didukung oleh pengendalian COVID-19 yang efektif dan langkah-langkah stimulus yang efektif, rebound di Cina terjadi lebih awal dan lebih cepat dibandingkan perekonomian negara lainnya.

Kebijakan moneter dan fiskal yang terkendali selama tahun 2020 telah membantu Cina memperoleh cadangan yang cukup untuk penanggulangan COVID-19 atau meningkatnya ketegangan geopolitik. Kenaikan PDB riil sebesar 2,3% ini berhasil mereka capai tanpa harus menekan suku bunga melalui quantitative easing ataupun menambah beban utang pemerintah melalui pengeluaran stimulus.

Hadirnya konsep ‘Dual Circulation‘ dalam Rencana Lima Tahun Cina yang ke-14 ini menjadi penanda adanya pergeseran kebijakan dengan fokus pada peningkatan pertumbuhan domestik serta investasi pada infrastruktur dengan teknologi high-tech. Penekanan pada green economy, pengendalian iklim dan revitalisasi manufaktur diharapkan akan memberikan manfaat bagi sektor-sektor seperti belanja infrastruktur, inovasi teknologi, perlindungan lingkungan, proyek konservasi air, serta energi terbarukan.

BNPP AM melihat  banyak investor yang masih meremehkan peranan Cina di perekonomian global dan kekuatan inovasinya, sehingga mereka mengurangi alokasi di Cina dalam portofolio secara signifikan. Konsep ‘Dual Circulation‘ Cina menunjukkan bahwa, pertumbuhan permintaan domestik, substitusi impor dan kemandirian di aspek teknologi akan menjadi pendorong utama perekonomian dan peluang investasi di Cina untuk beberapa tahun ke depan.

Secara keseluruhan, BNPP AM tetap positif namun tetap berhati-hati terhadap prospek jangka menengah Cina, merujuk pada faktor fundamental dan teknis yang kuat, sambil terus memperhatikan tingkat valuasi saat ini akibat tingkat likuiditas dan optimisme yang tinggi di pasar. BNPP AM melihat perbedaan antara winners dan losers di tahun 2021 ini akan semakin lebar, sehingga BNPP AM akan tetap selektif dalam pemilihan saham-saham dalam portfolio.

Peluang Investasi yang Meningkat di bidang Inovasi dan Sustainable Investment

Dengan pemakaian data yang terus meningkat, belanja masyarakat Cina untuk teknologi 5G diperkirakan akan mencapai USD 184 miliar hingga 2025, menurut Global System for Mobile Communications Alliance (‘GSMA’). Lebih lanjut, GSMA juga memperkirakan pada saat yang sama akan ada hampir 1,5 miliar pengguna ponsel di Cina [3]. Hal ini dapat mendorong peningkatan produktivitas yang juga akan membantu menekan biaya tenaga kerja. Selain itu, dengan besarnya pasar domestik Cina, meningkatnya belanja Research & Development (R&D) serta talent pool yang besar juga akan mendukung peralihan ke manufaktur yang lebih high-end.

BNPP AM juga melihat peluang di bidang investasi berkelanjutan yang semakin besar di Cina, dengan terlihat semakin besarnya investasi pada perlindungan iklim dan energi terbarukan. Menurut Chinese Energy Authority, Cina telah membangun pembangkit listrik tenaga angin dengan kapasitas hampir 72 gigawatt tahun lalu, kapasitas yang hampir tiga kali lipat lebih besar dari tahun 2019 dan tren ini terus meningkat seiring dengan upaya Cina untuk mencapai target climate-neutral di tahun 2060.

Selain itu, dengan adanya pergeseran dari manufaktur berbasis tenaga kerja murah ke manufaktur menengah-atas, fokus penerapan teknologi di Cina telah bergeser dari konsumen ke perusahaan. Dampak dari pergeseran ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna teknologi yang tradisional, kini juga memberikan potensi bagi perusahaan untuk melakukan konsolidasi pasar. BNPP AM juga melihat karakteristik konsumen Cina terus berkembang dan lebih mengarah kepada gaya hidup yang lebih baik dibandingkan mengejar produk premium semata. Hal inilah yang menurut BNPP AM akan mendukung pertumbuhan selain sektor ritel yang tradisional.

BNP Paribas GCES mencerminkan perusahaan –perusahaan di Cina yang bergerak di bidang yang mendukung revolusi industri, teknologi dan life science serta yang mendukung peningkatan gaya hidup dan konsolidasi antara sektor ekonomi lama dan baru. Dana kelolaan senilai USD 115juta [4] dengan portofolio yang mengikuti pendekatan active, high conviction, bottom-up Growth at a Reasonable Price (‘GARP’). Dengan model alokasi portofolio ‘Growth Framework‘ dan proses yang disiplin serta berbasis fundamental di mana prinsip Syariah dan ESG (Environment, Social, Governance) sepenuhnya diintegrasikan, BNP Paribas GCES dirancang untuk dapat mengikuti pertumbuhan pasar Cina yang dinamis.

Informasi lebih lanjut mengenai BNPP AM Market Outlook pasar Cina, dapat diakses melalui white paper terbaru kami yang berjudul “Asia & China Equities 2021 outlook in 3-D: Domestic, Digitalisation, Diversification” yang tersedia di tautan berikut: https://docfinder.bnpparibas-am.com/api/files/A5DA5BA6-B5D5-4F03-8A7A-B277E066D487.


[1] Sumber: International Monetary Fund World Economic Outlook, Januari 2021

[2] Sumber: National Bureau of Statistics of China, Januari 2021

[3] The Mobile Economy Asia Pacific 2020:
https://www.gsma.com/mobileeconomy/wp-content/uploads/2020/06/GSMA_MobileEconomy_2020_AsiaPacific.pdf

[4] Sumber: PT. BNP Paribas Asset Management per Desember 2020

On the same subject: