The asset manager for a changing world
BNP PAM with laptop 1600x900
  • Home
  • Reksa Dana Syariah BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD Tembus USD 100 Juta Sejak Peluncuran

Reksa Dana Syariah BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD Tembus USD 100 Juta Sejak Peluncuran

Press releases

BNP Paribas Asset Management
 

Reksa Dana Syariah BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD (BNP Paribas GCES USD) yang dikelola oleh PT. BNP Paribas Asset Management (PT. BNP Paribas AM) berhasil menghimpun dana kelolaan atau AUM (Asset Under Management) sebesar USD 100uta per November, sejak pertama kali diluncurkan pada 15 Januari 2020. Reksa dana ini merupakan reksa dana pertama di Indonesia yang menawarkan akses dan eksposur penuh ke pasar saham China dan sekitarnya (Greater China) bagi investor di Indonesia. Kini BNP Paribas GCES USD telah tersedia di tujuh agen penjual efek reksa dana, baik bank maupun online platform.

Greater China merupakan pusat perekonomian terbesar ke-2 berdasarkan PDB, dan pasar saham terbesar ke-2 di dunia1 dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar USD12 triliun1. PT BNP Paribas AM percaya bahwa peluang investasi di pasar Greater China masih sangat besar dan eksposur aktif ke pasar saham Greater China dapat bermanfaat bagi portofolio investasi para investor untuk jangka panjang dan tetap memberikan diversifikasi yang menarik bagi investor.

Priyo Santoso, Presiden Direktur PT. BNP Paribas AM menjelaskan lebih lanjut, “Kami melihat teknologi dan inovasi, peningkatan konsumsi, serta konsolidasi industri, merupakan tiga struktur utama yang mampu mendorong peluang investasi jangka panjang di pasar Greater China. Kemudian dalam proses pemilihan emiten BNP Paribas GCES USD ini, kami mengadaptasikan prinsip Syariah sekaligus menerapkan proses penyaringan ESG. Tujuannya, agar investor dapat menerima potensi imbal hasil secara jangka panjang dan berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang kian dinamis.”

BNP Paribas GCES USD mencakup pasar saham onshore dan offshore di Cina dan sekitarnya. Cakupan sektornya termasuk emiten di Hong Kong di bidang energi, perusahaan milik negara; serta perusahaan teknologi. Tak ketinggalan di dalamnya terdapat kelas saham A yang berpotensi memberikan eksposur lebih besar ke emiten di sektor yang bergerak di industri konsumsi. Secara keseluruhan, produk ini mencakup berbagai jenis usaha dan sektor yang saling melengkapi satu sama lain sehingga memungkinkan adanya diversifikasi sektor yang efektif.

Dengan mengandalkan pengetahuan global dalam investasi berkelanjutan, di mana kriteria ESG (Environment Social Governance) diintegrasikan ke dalam proses pemilihan emiten saham, serta pengalaman dan pengetahuan akan pasar saham Greater China dari perusahaan induknya, BNP Paribas Asset Management, BNP Paribas GCES USD secara unik mengintegrasikannya dengan prinsip Syariah guna memberikan investasi yang tetap memenuhi prinsip syariah dan berkelanjutan bagi investor di Indonesia. Sejak diluncurkan pada bulan Januari, reksa dana BNP Paribas GCES USD berhasil mencatat kinerja kumulatif hingga 10,34% pada akhir Oktober 2020.

“Pasar Greater China mampu memberikan eksposur ke sektor dan tema yang belum tersedia di pasar domestik, sehingga menambah kesempatan bagi investor Indonesia untuk mendiversifikasikan portofolionya,” lanjut Priyo.

BNP Paribas GCES USD adalah reksa dana saham Syariah berbasis efek luar negeri kedua yang diluncurkan oleh PT. BNP Paribas AM yang memadukan prinsip ESG dan Syariah, menyusul peluncuran Reksa Dana Syariah BNP Paribas Cakra Syariah USD sebagai reksa dana Syariah berbasis efek luar negeri pertama di Indonesia yang diluncurkan pertama kali pada bulan Februari 2016. Melalui reksa dana Syariah tersebut, PT BNP Paribas AM berhasil meraih gelar “Best Islamic Fund House” dan Reksa Dana Syariah BNP Paribas Cakra Syariah USD berhasil meraih gelar sebagai “Best Islamic Product 2020” oleh Asia Asset Management. Kini, PT. BNP Paribas AM memiliki tiga reksa dana dengan filter ESG yang mana baru-baru ini dianugerahi sebagai “ESG Asset Management Company of the Year, Indonesia 2020” oleh The Asset, yang semakin memantapkan posisi perusahaan menjadi yang terdepan dalam komitmen investasi yang berkelanjutan.

1 Sources: Wind, FactSet, Goldman Sachs, as of May 2020.


Any views expressed here are those of the author as of the date of publication, are based on available information, and are subject to change without notice. Individual portfolio management teams may hold different views and may take different investment decisions for different clients. The views expressed in this podcast do not in any way constitute investment advice.

The value of investments and the income they generate may go down as well as up and it is possible that investors will not recover their initial outlay. Past performance is no guarantee for future returns.

Investing in emerging markets, or specialised or restricted sectors is likely to be subject to a higher-than-average volatility due to a high degree of concentration, greater uncertainty because less information is available, there is less liquidity or due to greater sensitivity to changes in market conditions (social, political and economic conditions).

Some emerging markets offer less security than the majority of international developed markets. For this reason, services for portfolio transactions, liquidation and conservation on behalf of funds invested in emerging markets may carry greater risk.

On the same subject: