The asset manager for a changing world
P2003005_Great_Instability_boxing_rose_1200x627
  • Home
  • What to expect after the unexpected?

What to expect after the unexpected?

Blog

BNP Paribas Asset Management
 

-

Ketika kondisi dunia yang sudah tidak stabil ini mendapat serangan yang kuat dan sulit diprediksi, rasanya wajar jika kita sejenak menahan nafas dan memikirkan tentang ekonomi dunia. Lantas, apakah sudah tidak ada lagi harapan bagi investor?

Tahun 2019 adalah tahun dengan kondisi pasar yang tidak stabil, tetapi dengan arah yang positif, sehingga memberikan prospek yang cukup menjanjikan untuk tahun 2020. Namun, beberapa minggu setelahnya, COVID-19 muncul, suatu kondisi tidak terduga yang mengguncang politik, pasar, dan masyarakat, serta prospek setahun kedepan. Pesimisme telah menggantikan optimisme, tapi bukan berarti peluang investasi tidak dapat ditemukan.

UNSETTLING AN UNSETTLED WORLD

Sebelum merebaknya virus Corona, ekonomi dunia telah mengalami ketidakpastian yang signifikan. Politik yang tidak stabil, ketegangan geopolitik dan konflik kebijakan moneter yang berlangsung terus menerus mempengaruhi masyarakat yang telah semakin terhubung satu sama lainnya. Faktor-faktor yang terus menerus bertransformasi, seperti perubahan iklim dan inovasi teknologi, membuat keseimbangan yang bertahan lama sulit untuk dicapai. Belum lagi kondisi pasar yang rentan terhadap ancaman fluktuasi. Melihat tahun 2020, banyak pengamat memiliki kekhawatiran yang spesifik – mengenai Brexit, proteksionisme, dan perang dagang US/China – namun secara keseluruhan cenderung memperkirakan pertumbuhan yang sedang dengan tingkat inflasi yang rendah di tengah kondisi suku bunga rendah, dan pelonggaran likuiditas (Quantitative Easing) yang terus berlangsung di Eropa.

Namun dampak COVID-19 sempat mengacaukan perkiraan tersebut. Di seluruh dunia, konsumen menahan, atau dilarang untuk melakukan perjalanan jauh, belanja, dan datang ke restoran, pusat kebugaran, bioskop, dan tempat hiburan. Dunia usaha pun juga berhati-hati dalam melakukan investasi, sehingga secara keseluruhan menyebabkan guncangan yang signifikan terhadap permintaan dan penawaran secara global.

Hitungan akan dampak menyeluruh atas katalis besar tersebut dan yang masih terus berlangsung, masih belum dapat dilakukan, tetapi kita sudah dapat menganalisa beberapa dampak yang cukup mendalam terhadap masyarakat yang semakin terkoneksi ini.

SINYAL DAN TANTANGAN

Salah satu aspek yang terdampak paling dalam dari merebaknya virus Corona adalah geopolitik. Sebelum pandemi, sentimen nasionalis di seluruh dunia sudah mulai mempertanyakan pandangan globalisasi akan cara kita bersikap, memandang, dan berdagang. Kini, dalam merespon kondisi darurat akibat pandemi, negara-negara mulai menerapkan pembatasan yang melarang perjalanan “dari” dan “ke” beberapa negara. Namun, apakah pembatasan tersebut akan bertahan lebih lama dari penyebaran virus itu sendiri?

China memang sedang mengalami ujian yang signifikan dalam hubungan masyarakat dan ekonomi terhadap kenaikan geopolitik serta finansialnya, yang tampaknya tidak dapat dihentikan beberapa bulan yang lalu. Guncangan ekonomi ini bisa menjadi penghalang bagi terpilihnya kembali Trump, yang juga akan memberikan dampak terhadap kebijakan AS maupun dunia internasional. Pasca Brexit di Eropa, pandemi ini juga mungkin dapat menjadi kesempatan untuk merenungkan kembali keseimbangan ekonomi, politik, dan sosial di Uni Eropa.

PERUBAHAN YANG SULIT…

Berfokus pada dampak ekonomi akibat COVID-19, kita dapat menyimpulkan bahwa beberapa sektor akan mendapatkan dampak yang lebih besar dibandingkan yang lain. Sektor transportasi akan sangat terpengaruh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Masyarakat saat ini menghindari mobilitas dan pergerakan yang tidak perlu, baik antar wilayah yang berbeda maupun di dalam kota. Kedepannya, sangat mungkin masyarakat akan enggan untuk kembali pada kebiasaan lama, sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi kapal pesiar dan maskapai penerbangan low-cost. Secara umum, perusahaan maupun individu akan mempertimbangkan kembali kebutuhan perjalanan udara mereka, terlebih lagi dengan adanya gerakan “flight shame” yang dikemukakan oleh para aktivis lingkungan hidup.

Sektor perhotelan juga akan terdampak di seluruh dunia, demikian juga sektor ritel, olahraga, hiburan, dan budaya. Harga komoditas kemungkinan besar akan terpengaruh untuk waktu yang lama. Hal ini mungkin menguntungkan bagi konsumen, namun berpotensi menimbulkan konsekuensi yang berat yang memaksa pelaku untuk meninggalkan bisnisnya.

…DAN PERUBAHAN YANG POSITIF

Seiring dengan berubahnya kebiasaan sehari-hari masyarakat, terdapat beberapa perusahaan dan industri yang akan menikmati dampak positif. Kebutuhan untuk bekerja dari rumah meningkatkan permintaan untuk konferensi video dan layanan terkait lainnya. Selain itu, dengan adanya social distancing yang menyebabkan masyarakat menjadi terpisah secara fisik, peranan teknologi dalam kehidupan keseharian akan menjadi lebih besar dari sebelumnya untuk menjaga hubungan melalui dunia digital. Banyak usaha seperti teater, museum, dan pusat kebugaran, memindahkan layanan mereka secara daring, sementara layanan streaming menjadi semakin populer.

Sektor lain yang menerima dampak positif adalah sektor farmasi dan pelayanan kesehatan. Urgensi untuk menemukan vaksin mendorong pendanaan yang lebih besar untuk penelitian, sementara wabah virus ini juga mengingatkan akan kebutuhan untuk meningkatkan pengadaan pelayanan kesehatan publik dan untuk mempertimbangan kebijakan pendukung yang baru, baik untuk jangka pendek dan jangka panjang.

INSTABILITY PRODUCES OPPORTUNITY

Terlepas dari kesan bahwa tahun ini menjadi kondisi ekonomi yang paling tidak menentu sejak 2008, peluang investasi masih tersedia. Perusahaan teknologi dan pelayanan kesehatan, misalnya, akan mendapat keuntungan dari perubahan pola kerja, ditambah dengan adanya fokus yang baru pada pelayanan kesehatan. Kesempatan-kesempatan lain akan bertambah selama beberapa minggu dan bulan mendatang; meskipun mengidentifikasi kesempatan tersebut pada valuasi yang menarik tidaklah mudah, tapi dengan menggunakan perspektif yang lebih luas pada isu kemasyarakatan dan ekonomi global, hal ini tentunya akan dapat membantu.


What to expect after the unexpected?

When an unpredictable, powerful force strikes an already unstable world, it is natural to hold breath thinking about the global economy. But is it all doom and gloom for investors?

2019 was a year in which markets were unstable but largely positive, leading – in part – to cautiously benign prospects for 2020. Fast-forward a few weeks and the emergence of COVID-19, an unforeseeable entity, has shaken politics, markets and societies, and in turn the prospects for the year ahead. Pessimism has replaced cautious optimism, but that doesn’t mean investment opportunities can’t be found.

UNSETTLING AN UNSETTLED WORLD

Even before the Coronavirus outbreak, the global economy was experiencing significant uncertainty. Political instability, geopolitical tensions and conflicting monetary policies continuously impact our interconnected society. Factors in constant transformation, like climate change and technological innovation, make a durable balance hard to achieve. And, as always, markets face the presence and threat of volatility. Looking at 2020, commentators had their specific concerns – about Brexit, protectionism, the US/China trade war – but overall tended to forecast modest growth and low inflation in a low-interest environment, and continued quantitative easing (QE) in the Eurozone.

The impact of COVID-19, upset such predictions. Worldwide, consumers are reluctant about – or forbidden from – travelling, shopping and attending restaurants, gyms, cinemas, pubs. Businesses too are cautious about making investments, all of which is creating a significant shock to global demand and supply.

Calculating the full impact of such a massive, ongoing catalyst is not possible yet, but we can already analyse some of its profound effects on our interconnected society.

FLAGS AND BARRIERS

One of the spheres most intensely affected by the Coronavirus outbreak is geopolitics. Before the virus hit, nationalistic sentiments around the world were already challenging globalist visions on how we should move, feel, and trade. Now, in the urgency of responding to the outbreak, countries are building new barriers that restrict travel to and from certain countries. But will these barriers last longer than the outbreak itself?

China is undoubtedly suffering a significant PR and economic blow to its geopolitical and financial rise, which seemed unstoppable just a few months ago. The economic shock – although no fault of his own – could also prove a considerable barrier to Trump’s re-election, with implications for both US and international policies. And, in a post-Brexit Europe, the outbreak might serve as an occasion to ponder over the economic, political and social balances of the Union.

THE ROUGHEST TWISTS…

Focussing on the economic impact of COVID-19, we can naturally expect some sectors to be hit more than others. Transportation will be radically affected, both in the short and the long term. People are currently avoiding unnecessary movements, not just across different regions but inside the very same city. For the future, it’s reasonable to expect some resistance to resuming the old habits, with significant blows to cruises and low-cost airlines. In general, businesses and individuals will probably reassess their air travel needs, already challenged by environmentalist “flight shame”.

The hospitality sector will be struck worldwide, as well as retail, sport, entertainment and cultural venues. Commodity prices will most likely be affected for a long time and, while such outcome might favour consumers, it will also have severe consequences and force players out of business.

…AND THE SMOOTHER TURNS

As daily habits are reshaped, some companies and industries will prosper. The need to work from home is boosting the demand for videoconferencing and other related services. And, as social distancing keeps people physically apart, technology’s role will play a bigger than ever part in their personal life too, helping them find connection in the digital world. Many businesses, such as theatres, museums and gyms, are moving their offering online, while streaming services record a popularity peak.

Another positively impacted sector will be the pharmaceutical and healthcare one. The urgency to find a vaccine is stimulating heavier funding for research, while the outbreak is highlighting the need to improve public healthcare provisions and consider new supporting policies, for the short and the long term.

INSTABILITY PRODUCES OPPORTUNITY

Despite what seems to be the most unstable economic situation since 2008, investment opportunities still abound. Technology and healthcare companies, for instance, look set to benefit from changes in our patterns of working and a renewed focus on healthcare, respectively. More opportunities will likely arise over the coming weeks and months; identifying them at attractive prices will not be easy, but a broader perspective on issues facing society and the global economy will help.

Any views expressed here are those of the author as of the date of publication, are based on available information, and are subject to change without notice. Individual portfolio management teams may hold different views and may take different investment decisions for different clients. The views expressed in this podcast do not in any way constitute investment advice.

The value of investments and the income they generate may go down as well as up and it is possible that investors will not recover their initial outlay. Past performance is no guarantee for future returns.

Investing in emerging markets, or specialised or restricted sectors is likely to be subject to a higher-than-average volatility due to a high degree of concentration, greater uncertainty because less information is available, there is less liquidity or due to greater sensitivity to changes in market conditions (social, political and economic conditions).

Some emerging markets offer less security than the majority of international developed markets. For this reason, services for portfolio transactions, liquidation and conservation on behalf of funds invested in emerging markets may carry greater risk.

On the same subject: